Latency: Makin Sedikit, SEO Website Makin Tokcer

Latency: Makin Sedikit, SEO Website Makin Tokcer

Sebagai salah satu faktor penting dalam SEO website, kecepatan perlu banget untuk diperhatikan. Selain bisa memengaruhi SEO, kecepatan juga berpengaruh dalam user experience. Ada banyak hal yang berhubungan dengan kecepatan website yang bisa diperhatikan, salah satunya adalah latency.

Kali ini, kita akan membahas tentang latency atau latensi. Di sini, kita juga akan membahas bagaimana cara membuat latency jadi sekecil mungkin sehingga kecepatan website jadi makin cepat.

Yuk, kita bahas bersama-sama!

Apa Itu Latency?

Network Latency atau latensi jaringan merupakan waktu yang dibutuhkan dalam mengirimkan data suatu website ke penerima (client) berdasarkan Round-Trip Time (RTT). Latency sering juga dikenal sebagai lag sehingga latency bisa jadi parameter penundaan jaringan.

Karena dihubungkan dengan seberapa lama penundaan transfer data berlangsung, maka latency yang rendah dianggap bagus karena artinya transfer data hanya tertunda sebentar atau bahkan tidak terjadi sama sekali sehingga kecepatannya bisa jadi lebih cepat.

Sementara latency yang tinggi seharusnya dihindari karena latency tinggi memiliki durasi penundaan data transfer yang cukup lama sehingga kecepatannya jadi lambat.

Latency yang tinggi pastinya bisa mengganggu kenyamanan pengguna karena kecepatan loading website jadi semakin lama, sehingga memengaruhi kecepatan streaming video dan audio, dan bahkan bisa membuat aplikasi nggak bisa digunakan.

Oleh karena itu, dalam optimasi kecepatan website untuk SEO website, kita harus mengurangi latency agar kecepatan websitemu jadi makin cepat.

Oh ya, ada faktor yang memengaruhi latency pada website, antara lain:

  • Jarak

Jangan salah, jarak bisa memengaruhi latency karena kecepatan hubungan antar server dan klien tergantung pada jarak antar perangkat yang melakukan request ke server hosting. Jika jaraknya jauh, maka latensi yang dimiliki akan semakin lama.

  • Ukuran halaman website

Dalam halaman website terdapat file-file seperti gambar, video, script, konten teks, hingga stylesheet. Jika kamu menyisipkan konten dari luar websitemu (embed) atau mempunyai file yang ukurannya besar (misalnya file gambar beresolusi tinggi), maka latency yang dimiliki akan cukup besar.

  • Software dan hardware yang digunakan

Ternyata, software dan hardware yang digunakan untuk melakukan data transfer juga bisa memengaruhi latency website, loh!

Misalnya, hardware penunjang data transfer seperti load balancer, firewall, atau IPS (Intrusion Prevention Systems) bisa memengaruhi karena komponen yang berhubungan dengan jaringan mempunyai batasannya tersendiri.

Selain itu, hardware untuk mentransmisi seperti kabel fiber optik, router, dan access point Wi-Fi juga bisa memengaruhi latency. Jika kabel fiber optik yang digunakan memiliki kualitas yang kurang baik, maka latencynya juga tinggi.

Apa Saja Penyebab Tingginya Latency?

Beberapa penyebab latency suatu website menjadi tinggi yaitu:

  • DNS error

Jika server website mengalami masalah (seperti Error 404 atau Error 500), sehingga membuat kecepatan website jadi lambat dan bahkan membuat website tidak bisa diakses pengguna.

  • Perangkat bermasalah

Perangkat yang bermasalah bisa memengaruhi tingginya latency, baik perangkat jaringan maupun perangkat pengguna.

Masalah pada perangkat jaringan yang membuat latency menjadi tinggi adalah kurangnya kapasitas memori atau tingginya penggunaan CPU pada router dan switch sehingga proses data transfer jadi tertunda.

Selain itu, masalah kurangnya kapasitas memori (RAM) dan penggunaan CPU yang tinggi juga bisa terjadi pada perangkat pengguna sehingga bisa juga membuat website mengalami latency yang tinggi. Apalagi jika bandwidth yang dimiliki pengguna tidak cukup atau perangkatnya sudah usang sehingga membuat internet jadi lelet.

  • Buruknya media transmisi

Karena kualitas perangkat bisa memengaruhi latency, maka seharusnya kualitas perangkat yang digunakan harus yang berkualitas baik sehingga transmisi menjadi lancar.

Selain itu, penggunaan hardware dan software yang kompatibel juga bisa mengurangi latency.

  • Menggunakan router lebih dari satu

Ternyata penggunaan router lebih dari satu bisa meningkatkan latency, loh! Alasannya setiap paket data akan berpindah dari satu router ke router lainnya sehingga latency akan meningkat akibat terjadinya penundaan data transfer dan juga berpotensi menyebabkan paket data menghilang (packet loss).

  • Tidak optimalnya routing

Lambatnya proses pengiriman data terjadi karena routing yang tidak optimal, sehingga kita harus bisa menyusun rencana routing selama proses data transfer. Maksudnya, kita harus secara akurat menghitung jumlah rute yang akan dilewati traffic data selama ditransfer via jaringan untuk mengetahui rute yang terbaik untuk diterapkan.

  • Buruknya format back-end database

Dalam menyusun back-end database, kita harus menggunakan indeks yang tepat dan sebisa mungkin kurangi perhitungan yang rumit agar database menjadi optimal untuk digunakan.

Ternyata, format database website yang kurang baik dan tidak dioptimasi bisa mengurangi kecepatan performa website karena database tidak optimal untuk beberapa jenis perangkat pengunjung.

  • Kondisi lingkungan yang buruk

Selain masalah-masalah internal, masalah eksternal seperti kondisi lingkungan juga bisa memengaruhi latency. 

Sinyal wireless satelit yang terganggu oleh kondisi lingkungan seperti angin kencang, badai, atau hujan lebat bisa memengaruhi hubungan internet sehingga menyebabkan latency meningkat.

Baca Juga : 5 Strategi Efektif Menghadapi Persaingan UKM

Bagaimana Mengatasi Latency Tinggi?

  • Menggunakan Content Delivery Network

Content Delivery Network adalah rangkaian server yang berada di berbagai lokasi di dunia yang berfungsi untuk mempercepat pengiriman dan penayangan konten dalam website, sehingga bisa juga disebut jaringan distribusi konten.

Karena jarak dapat memengaruhi latency jaringan, pengunjung yang tinggal jauh dari server asal akan membutuhkan waktu lama untuk mengakses website karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terhubung.

Dengan Content Delivery Network, pengunjung yang berlokasi jauh dari server asli pun bisa mengakses website dengan lebih cepat. 

Caranya, Content Delivery Network menyimpan cache website dari server asal, sehingga jika pengunjung akan membuka website yang sama maka browser pengunjung akan otomatis tersambung ke server Content Delivery Network terdekat.

  • Mengurangi permintaan HTTP

Kebanyakan script website dan resource eksternal yang digunakan bisa meningkatkan latency, karena saat mengirimkan permintaan konten dari hosting server lain, browser akan mengirimkan permintaan HTTP eksternal.

Dalam proses pengiriman permintaan HTTP eksternal, kecepatan transfer data dipengaruhi oleh kualitas performa server pihak ketiga, sehingga jika server bermasalah maka latency akan meningkat.

Kamu juga bisa mengoptimalkan website seperti mengecilkan ukuran kode dan mengoptimalkan gambar untuk mengurangi latency website.

  • Terapkan Pre-Fetching

Pre-fetching merupakan suatu teknik yang bisa mengatur browser untuk menampilkan resource tertentu terlebih dahulu.

Teknik ini dilakukan oleh beberapa mesin pencari, salah satunya Google, agar pengunjung lebih nyaman saat menggunakannya. 

Saat pengunjung memasukkan kata yang ingin dicari, mesin pencari akan melakukan pre-fetching pada halaman pertama atau kedua untuk menampilkan hasil pencarian yang mungkin akan diakses oleh pengguna.

Terdapat tiga jenis pre-fetching utama, antara lain:

  • Pre-fetching DNS

Browser melakukan DNS lookup untuk link di halaman website yang dibuka pengunjung. Saat pengunjung mengklik link yang telah melewati proses pre-fetching DNS, maka halaman yang ditautkan pada link tersebut akan langsung ditampilkan tanpa melewati proses DNS lookup.

  • Pre-fetching link

Dengan teknik ini, browser akan mengunduh dokumen yang akan dibuka pengunjung dalam waktu dekat, lalu mengunduh dan menyimpannya di dalam cache.

  • Pre-rendering

Selain mengunduh resource penting di halaman website yang dibuka pengunjung, browser akan me-render semua halaman pada suatu website di background untuk mempercepat loading website.

Dari artikel ini, kita bisa simpulkan bahwa latency merupakan waktu paket data melewati rute dari perangkat klien ke server, sehingga agar user experience meningkat disarankan untuk memiliki latency yang rendah.

Oh ya, kamu bisa mencoba membuat website sendiri tanpa ribet mengatur desain website dan tidak perlu membeli hosting dan storage website dari luar, loh! Kamu juga bisa dapetin custom domain sendiri yang sesuai dengan buatanmu sendiri, loh!

Nah, penasaran, kan? Yuk, cobain Konekios sekarang juga!

Share

  • {{ question.name }} *
    • {{ answer.label }}
      {{ answer.label }}
    Question answer required or invalid answer
Page {{ Survey.currentPage+1 }} of {{ Survey.numberOfPages }}

Thank you

You have submitted your response before